Minggu, 08 Februari 2015

Ken Abbie Alhadie

Hari ini, Jusuf Kalla kunjungan kerja ke Yogyakarta dan Batam Reporter : Sri Wiyanti | Senin, 9 Februari 2015 10:01

MERDEKA.COM Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini dijadwalkan menghadiri dua agenda di luar Jakarta. JK bersama sejumlah menteri akan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta dan Batam. Dijadwalkan hadir bersama JK antara lain Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Koperasi dan UMKM Puspayoga, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Meski hujan lebat, JK bersama rombongan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Yogyakarta pukul 08.05 WIB, Senin (9/2). Di Yogyakarta, JK akan memberikan pembukaan dalam acara Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-6 di Keraton Yogyakarta. Acara yang digelar sejak Ahad malam ini pun turut dihadiri oleh para sultan nusantara. Usai menghadiri KUII di Yogyakarta, JK kemudian bertolak ke Batam untuk menghadiri peringatan Hari Pers Nasional di Hotel Harmoni One, Batam. Dalam acara ini, sejumlah penghargaan terhadap karya jurnalistik terbaik akan diberikan. [eko]

Pakaian bekas lebih untung dijual secara online

Reporter : Darmadi Sasongko | Senin, 9 Februari 2015 10:33 MERDEKA.COM Merdeka.com - Bayu (32) memiliki dua toko pakaian bekas di Malang, Jawa Timur yang dikelola bersama ayahnya, Muhammad Ali. Dua tokonya diberi nama The Bundel Secondhand yang berjarak agak jauh di Jalan Arief Margono No 5 Malang. "Saya mau tutup kalau utang-utang saya, ada yang melunasi. Utang saya Rp 500 juta untuk membuka di dua lokasi. Tanggungan saya masih banyak mas," kata Bayu kepada merdeka.com, Senin (9/2). Ada puluhan orang yang nasibnya bergantung kepadanya. Ada 12 orang bekerja membantunya melayani para pembeli di dua tokonya itu, belum lagi beberapa tukang pakir yang sehari-hari juga hidup dari para pengunjung lapaknya. Bahkan tidak sedikit yang kulakan lalu dijual kembali. Bayu bercerita kalau ada beberapa pembeli yang kemudian dijual kembali secara online atau melalui media sosial. Mereka rata-rata membeli dengan harga rata-rata Rp 50 sampai Rp 80 ribu. Kemudian dijual lagi dengan cara online atau melalui facebook menjadi lebih mahal. "Ada yang dijual dengan harga Rp 100 Ribu, Rp 120 ribu. Mereka sebenarnya yang untuk banyak. Kalau saya ora sepiro (tidak seberapa) mas untungnya," kata Bayu. Banyak, kata Bayu, pelanggannya menjual secara online. Bayu menyebutkan empat nama situs online dan akun FaceBook, namun dia wanti-wanti untuk tidak menyebutkan namanya. Rata-rata mereka memilih barang-barang bermerek jenis jaket, celana atau topi. Salah satu pemilik akun Facebook memang saat itu sedang berbelanja di tempat Bayu. "Itu dua orang di dalam jualnya juga online-an, temonnono (silakan ditanyai)," katanya sambil menunjuk dua orang yang sedang sibuk mengumpulkan pilihannya. Saat ditemui, pria yang mengaku bernama Faiz tidak membantah kalau barang-barang yang dibeli dari Bayu akan dijual kembali. Dia mengaku mengaku hanya menjual antar teman dekat. "Pokoknya untung, biasanya ambil Rp 20 Ribu sampai Rp 30 Ribu. Dari sini barang dicuci bersih dengan air hangat dan detergen," katanya. Faiz mengaku tidak takut dengan penyebaran bakteri lewat pakaian bekas. Menurutnya, kabar itu terlalu berlebihan dan dibesar-besarkan saja. Saat itu, Faiz membeli 12 potong jaket dengan harga yang bervariasi. Salah satu jaket bergambar logo Ferrari dibeli dengan harga Rp 65 Ribu. Diapun menyerahkan beberapa lembar uang ratusan ribu rupiah. Seperti diketahui Menteri Perdagangan mengeluarkan himbauan bernada larangan kepada masyarakat agar tidak memakai dan membeli pakaian bekas. Pakaian yang rata-rata diimpor dari China itu menjadi sarana bakteri dan virus masuk ke Indonesia. [hhw]

Rabu, 04 Februari 2015

Cerita anak durhaka di Bekasi, pukuli Ibu hingga kritis

MERDEKA.COM Reporter : Desi Aditia Ningrum | Kamis, 5 Februari 2015 07:03 Merdeka.com - Mendengar kata anak durhaka, pasti langsung terpikir kepada Malin Kundang. Karena dalam kisah tersebut Malin Kundang adalah sosok anak durhaka kepada ibunya, dia tega memaki-maki dan tidak mengakui Ibunya. Atas kejadian itu, sang ibu pun mengutuk Malin menjadi batu. Tak jauh beda dengan Malin Kundang, di Bekasi pria bernama Johanes Saptono (45) tega menganiaya ibunya hingga kritis. Entah apa yang ada di benaknya sehingga dia bisa berbuat sekejam itu terhadap wanita yang telah melahirkannya. Apa mungkin Johanes lupa bahwa surga ada di telapak kaki ibu? Entahlah hanya dia yang tahu. Berikut rangkuman cerita Johanes yang tega pukuli ibunya:

Cerita anak durhaka di Bekasi, pukuli Ibu hingga kritis

Reporter : Desi Aditia Ningrum | Kamis, 5 Februari 2015 07:03